KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1

 Oleh : Aisyah Senja Mustika, CGP Angkatan 7



Dokumen Pribadi

Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Patrap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Dalam pengambilan keputusan, kita mesti menyadari betul bahwa apa-apa yang kita putuskan akan memberi dampak pula bagi orang lain. Pengambilan keputusan haruslah didasari dengan pertimbangan yang matang, analisis yang kuat, dan prakiraan dampak yang mungkin terjadi di masa depan. Patrap Trilogi dari KHD membawa kita pada pemahaman dasar, bagaimana semestinya pemimpim pembelajaran menempatkan diri. Ing Ngarso sung Tuladha dimaknai bagaimana saat kita berada di depan atau memimpin, kita harus memberi contoh, hal ini dimanifestasikan bahwa segala pengambilan keputusan pelaksanaannya dimulai dari diri sendiri, kita menggerakkan orang lain tidak saja dengan perintah, namun dengan Gerakan kita yang memperngaruhi Gerakan orang lain.

Ing Madya Mangun Karso, saat kita berada di tengah, maka tugas kita adalah menguatkan apa yang menjadi keputusan bersama, tidak sepantasnya kita menggerutu atau merasa keberatan dengan keputusan yang telah disepakati bersama. Tugas kita mengindahkan dan melaksanakan keputusan untuk kemaslahatan bersama. Patrap terakhir, Tut Wuri Handayani, jika kita dibelakang, maka tugas kita adalah mendorong terlaksananya apa yang menajdi keputusan bersama.

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita dan pengaruhnya kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Merujuk pada nilai-nilai guru penggerak yang telah kita pelajari dan amalkan bersama: berpihak pada murid, mandiri, kolaboratif, inovatif, dan reflektif. Nilai-nilai tersebut sejatinya menaungi prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang kita ambil. Sebagai contoh, pengambilan keputusan yang kita lakukan sudah seharusnya berpihak pada murid, jangan sampai merugikan. Keputusan yang kita ambil juga mempertimbangkan kemungkinan adanya perbaikan secara mandiri dan memperbesar peluang untuk berkolaborasi, memunculkan inovasi-inovasi baru bagi solusi permasalahan, dan bagaimana keputusan yang kita ambil bersama mampu menjadi refleksi bagi pihak-pihak terkait untuk lebih baik di masa mendatang.

Materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. 

Coaching dan pengambilan keputusan sebenarnya adalah dua materi yang saling berkaitan erat. Proses coaching yang dilakukan oleh coach pada coachee memberi ruang kreatif pada coachee untuk mengambil keputusan-keputusan kreatif lewat curah gagasan yang ditemani dan dituntut oleh coach. Pada saat sesi coaching coache juga menyampaikan berbagai dilema yang ia rasakan sebelum akhirnya ia memaparkan alternatif kemungkinan, membuat keputusan, dan melakukan komitmen. Coaching di sini tentu akan mempermudah seseorang dalam mengambil keputusan dilematis.

Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika.

Guru dengan social emosional yang baik secara otomomatis akan melakukan pertimbangan yang matang, namun cepat dan efektif. Ia tahu bagaimana membawa diri dalam situasi dan mengambil keputusan terbaik dilakukan melalui langkah-langkah yang telah ia pahami. Di lapangan, banyak kasus pengambilan keputusan yang cenderung terburu-buru tanpa pertimbangan disebabkan oleh kondisi emosional yang kurang terkelola dengan baik. Ini bermakna, pengambilan keputusan dilematis akan semakin mantap bila guru memiliki social emosional yang baik.

Studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Nilai-nilai yang dianut oleh pendidik tidak terlepas dari moral dan etika profesi yang diembannnya. Ketika seorang Pendidik dihadapkan pada kasus yang menyangkut bujukan moral maupun dilema etika, sudah semestinya ia kembalikan lagi pada nilai-nilai sebagai pendidik yang dianutnya. Nilai yang berpihak pada murid harus mendasari nilai nilai yang lain.

Pengambilan keputusan yang tepat, berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Dengan memperhatikan kesempilan langkah-langkah pengambilan keputusan, mulai dari memahami kasus yang sedang terjadi, siapa saja yang terlibat, prinsip pengambilan keputusan, hingga opsi trilemma serta serta secara periodic melakukan evaluasi, insyaAllah keputusan yang diambil akan berdampak positif, kondusif, aman, dan nyaman pada lingkungan.

Tantangan-tantangan di lingkungan untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini, kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan.

Sebab kami tidak memiliki kepala sekolah definitif, kami guru-guru terbiasa untuk mengambil keputusan yang sifatnya insidental dengan cara musyawarah, beberapa keputusan yang sifatnya rencana pun biasanya kami rapatkan terlebih dahulu untuk kemudian memperoleh masukan atau pengesahan dari kepala sekolah yang mengampu. Kondisi ini tidak lantas membuat kami kebingungan, kami dintuntut mandiri dan berpikir matang dalam pengambilan keputusan. Pada prinsipnya kami berusaha sekuat tenaga agar apa yang kami putuskan betul-betul berpihak pada murid, tidak hanya untuk jangka pendek namun juga untuk jangka panjang.

Pengaruh pengambilan keputusan yang diambil dengan pengajaran yang memerdekakan murid.

Sebelum modul 3.1 mengenai pengambilan keputusan, kita telah belajar mengenai pembelajaran berdifrensiasi, pembelajaran ini telah memberi pengaruh besar dalam pembelajaran. Ketika memutuskan untuk merancang suatu pembelajaran, kita lebih berani untuk melakukan perbedaan signifikan, penilaian otentik sesuai dengan perbedaan proses yang mereka lakukan. Saya juga tidak harus memaksakan anak-anak dengan kemampuan tertentu untuk menyelesaikan asesmen untuk anak-anak yang telah berada di level lebih tinggi. Keputusan yang sama ambil ini saya rasakan lebih ramah, semua anak lebih bebas mengaktualisasikan dirinya.

Seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-murid.

Tidak ada yang bisa memastikan masa depan, itulah mengapa kita mengusahakan yang terbaik di masa sekarang. Peran orang tua yang membersamai, guru-guru yang menuntun, dan dukungan masyarakat akan berarti besar untuk tumbuhkembang anak-anak di masa depan. Keputusan-keputusan yang kita lakukan untuk mendesain lingkungan terbaik bagi anak akan sangat menentukan masa depan mereka.

Kesimpulan akhir  yang dapat ditarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya.

Setiap modul yang saya pelajari, terus mendapat penguatan dari modul-modul sebelumnya. Mulai dari filofosi KHD yang membawa paradigma berpikir saya mengenai Pendidikan yang berpihak pada murid. Nilai dan peran guru penggerak yang memantapkan langkah saya untuk melengkapi bagian-bagian dari nilai-nilai tersebut di dalam diri saya yang masih kurang, visi guru penggerak memperjelas arah langkah saya, dan budaya positif menjadi wahana saya untuk mewujudkan visi tersebut. Pembelajaran berdiferensiasi dan PSE yang menghidupkan ruang kelas, serta coaching dan pengambikan keputusan yang membantu kita mengurai overthinking kita.

Dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.

Dilema etika ialah ketika seseorang dalam posisi pengambilan keputusan antara benar dan benar. Keduanya sama-sama benar, namun kita harus membuat pilihan terbaik dalam kondisi tersebut dengan memperhatikan beberapa prinsip pengambilan keputusan.

Bujukan moral ialah ketika seseorang dalam posisi pengambilan keputusan antara benar dan salah. Bisa saja seseorang mengambil keputusan yang benar, namun ada pertimbangan lain, potensi lain yang memungkin pilihan “salah” terasa lebih baik, padahal tidak.

Empat paradigma pengambilan keputusan:

1. Individu lawan kelompok (individual vs community)

2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Tiga prinsip pengambilan keputusan

Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

9 Langkah Pengambilan Keputusan

Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

Pengujian benar atau salah (Uji Legal, Uji Regulasi, Uji Intuisi, Uji Publikasi, Uji panutan

Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

Melakukan Prinsip Resolusi

Investigasi Opsi Trilema

Buat Keputusan

Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Sudah pernah, yaitu tentang pembelajaran yang saya laksanakan. Saya memiliki seorang anak didik ABK. Saya diantara pilihan apakah saya harus melanjutkan bab selanjutnya dengan kondisi ia belum bisa mengikuti, atau saya tetap di bab tersebut agar ia bisa mengulang kembali. Namun, setelah mempelajari modul ini ada alternatif yang bisa saya lakukan, yaitu pembelajaran berdiferensiasi.

Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Awalnya, saya berpikir bahwa ada yang salah dengan cara berpikir saya, mungkin saya terlalu overthiniking, ternyata tidak, di lapangan kita dihadapkan pada situasi dilematis yang membuat kita membuat keputusan terkait dilemma etika. Sekarang untuk mengambil sebuah keputusan, saya lebih mantap sebab telah mengetahui cara-cara yang jelas dan kuat untuk diterapkan.

Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Sangat penting, sebab membantu kita mengurangi kegundahan mengambil keputusan, apapun posisi kita.

 



Posting Komentar

0 Komentar